30 November 2008

Telaga Bidadari

Tempat Mandi Para 'Pencari Jodoh'

Mandi di Telaga Bidadari, dipercaya cepat mendatangkan jodoh. Dulu, itu adalah tempat mandi bidadari yang menjadi cikal bakal penduduk desa itu.
Nama Telaga Bidadari tak asing bagi warga Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama warga Kota Dodol, Kandangan. Selain daerah itu merupakan sentra pengrajin dodol, juga penduduknya dikenal bungas-bungas.

Sehingga tidak mengherankan, menurut Syahril, banyak orang luar dari desa-desa tetangga mengambil menantu dari Telaga Bidadari.

"Istri saya juga orang sana, orangnya memang putih dan cantik," aku Pengawas TK dan SD Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ini sembari tertawa.

Menurut Syahril, hal itu tidak lepas dari legenda

yang beredar di masyarakat. Berdasar cerita, penduduk Telaga Bidadari merupakan keturunan bidadari, hasil pernikahan Datuk Suling atau Datuk Unjum dengan bidadari. Telaga atau sumur itu, merupakan tempat mandi para bidadari.

"Ceritanya hampir mirip cerita Jaka Tarub di Jawa, yang mengawini bidadari Nawang Wulan," kata Syahril pada Siti Hamsiah dari Serambi UmmaH.

Mitos lainnya, banyak orang datang ke Telaga Bidadari karena ingin enteng jodoh. Dipercaya turun temurun, siapa yang mandi di telaga tersebut, laki-laki atau perempuan, akan cepat mendapat jodoh.

Nining Masja, warga Telaga Bidadari adalah salah seorang yang biasa memandikan. Nenek berkulit putih yang wajahnya masih menampakkan gurat-gurat kecantikan itu, telah melakoni hal itu sejak berpuluh tahun lalu.

Tujuan mereka yang datang, diakuinya, tidak lain agar cepat mendapatkan pasangan hidup. Seperti yang sudah-sudah, rata-rata keinginan mereka terkabul.

Namun dua tahun terakhir, nenek yang telah berusia 80-an tahun dan dikaruniai dua orang anak ini tak dapat lagi melaksanakan tugasnya.

"Nining sakit kaki, jadi sekarang yang memandikan H Hamran dan istrinya," beber nining Masja sembari memperlihatkan gigi-giginya yang sebagian sudah ompong.

Ditutup Tembok

Sesuai namanya, Telaga Bidadari terletak di Desa Telaga Bidadari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten (HSS). Hanya berjarak enam kilometer dari ibukota kabupaten, Kandangan. Desa Telaga Bidadari merupakan salah satu diantara 18 desa di Kecamatan Sungai Raya.

Telaga tersebut juga sudah masuk dalam deretan daftar obyek wisata andalan HSS. Untuk mencapainya relatif mudah, karena dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

Di depan jalan masuk menuju Desa Telaga Bidadari, telah pula dibuatkan gapura.

Namun sayangnya, bayangan telaga yang tenang, jernih, berada di bawah rerimbunan pepohonan dan ditingkahi suara burung-burung, seakan sirna begitu sampai di lokasi.

Dinas terkait di Kabupaten HSS, beberapa tahun lalu telah menyemen dan memagar telaga sehingga menyerupai kolam berpagar tembok. Tujuannya menjaga keberlangsungan air di telaga tersebut, agar tidak erosi, tidak kering dan airnya tetap jernih.

Bagi yang ingin mandi, di samping telaga disediakan bangunan beratap dan berdinding kayu. Air diambil secukupnya menggunakan ember, tidak langsung mandi di dalam telaga.

Anehnya, seperti diceritakan Nining Masja, sejak dulu air telaga juga tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau.


Nuansa Mistis

Pada saat proses penyemenan Telaga Bidadari, cerita nining Masja, terjadi hal-hal aneh. Para pekerjanya, rata-rata tidak mempercayai hal gaib di sekitar telaga tersebut.

Akibatnya, ketika akan mengeringkan telaga, dua buah pompa penyedot yang digunakan tidak berfungsi. Mesinnya jalan, tapi airnya tidak bisa disedot. Otomatis berhari-hari upaya penyemenan tidak dapat dilakukan, karena airnya tidak dapat disedot.

Di tengah kebingungan, salah seorang pekerja mendatangi rumah nining Masja yang berjarak hanya beberapa langkah dari telaga. Lalu diceritakannya apa yang terjadi.

Nining Masja meminta agar diadakan selamatan terlebih dulu, menyediakan bubur habang (merah), bubur putih, kue-kue seperti cucur, tape, serta air putih, kopi pahit dan kopi manis. Kemudian dibacakan doa selamat, dan makanan minuman itupun dimakan bersama-sama.

"Alhamdulillah pekerjaan berjalan lancar, air pun langsung menyembur dari kedua mesin tersebut," beber nenek yang daya ingatnya masih tajam ini.

"Kita tidak bisa mendustakan hal-hal gaib seperti itu, karena memang ada, sama-sama makhluk Allah," tandasnya.

2 comments:

Kamal Ansyari Abinya Naira dan Haikal said...

Saya dukung pelestarian khazanah cerita rakyat hulu sungai selatan, kandangan, kalimantan selatan seperti datuk panglima hamandit, datung suhit dan datu makandang, datu ramanggala di ida manggala, datu rampai dan datu parang di baru sungai raya, datu ulin dan asal mula kampung ulin, datu sangka di papagaran, datu putih dan datu karamuji di banyu barau, legenda batu laki dan batu bini di padang batung, legenda gunung batu bangkai loksado, legenda datu ayuh/sindayuhan dan datu intingan/bambang basiwara di loksado, kisah datu ning bulang di hantarukung, datu durabo di kalumpang, datu baritu taun dan datu patinggi di telaga langsat,legenda batu manggu masak mandin tangkaramin di malinau, kisah telaga bidadari di hamalau, kisah gunung kasiangan di simpur, kisah datu kandangan dan datu kartamina, datu hamawang dan sejarah mesjid quba, tumenggung antaludin mempertahankan benteng gunung madang, panglima bukhari dan perang amuk hantarukung di simpur, datu naga ningkurungan luk sinaga di lukloa, datu singa karsa dan datu ali ahmad di pandai, datu buasan dan datu singa jaya di hamparaya, datu haji muhammad rais di bamban, sejarah mesjid ba angkat di wasah, dakwah penyebaran agama islam datu taniran, datu balimau dan habib lumpangi, kubur enam pahlawan di ta’al, kuburan tumpang talu di parincahan, perang garis demarkasi dan kubur Brigjen H.M.Yusi di karang jawa, pahlawan wanita aluh idut di tinggiran, panglima dambung di padang batung, gerombolan ibnu hajar, sampai cerita tentang perang kemerdekaan Divisi IV ALRI yang dipimpin Brigjen H. Hasan Basri dan pembacaan teks proklamasinya di Kandangan. Semuanya adalah salah satu aset budaya dan sejarah bagi Kalimantan Selatan.

Kamal Ansyari Abinya Naira dan Haikal said...
This comment has been removed by the author.