Showing posts with label oase. Show all posts
Showing posts with label oase. Show all posts

03 December 2008

Keampuhan Air Mengatasi Aneka Penyakit


Air sejak dahulu diyakini memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan air zam‑zam memiliki keistimewaan yang disebut dalam hadis Nabi:"Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik‑baik air di muka bumi ialah air zam‑zam. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit" (HR At Tabrani dan Ibnu Hibban).

Keunikan bentuk dari air zam‑zam pernah diteliti oleh Dr Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang. Air zam‑zam yang telah dibekukan, dipotret di bawah foto miskroskopik. Dalam risetnya, Masaru menemukan sebuah bentuk kristal yang menawan dari air zam-zam. Profesor Kowshak, seorang peneliti air zam‑zam mengatakan, "Air zamzam mengandung banyak zat tinggi kalsium, magnesium, dan mineral lainnya."

Pemanfaatan air sebagai medium penyembuhan lewat air yang diberi doa sudah ada sejak lama. Hal ini tegaskan Dr Lynard Merfin. Peneliti ini mengatakan, pemanfaatan air mineral dalam proses penyembuhan berbagai penyakit khususnya rematik, pernah menjadi tren selama beberapa abad. Metode penyembuhan lewat air masih dirawat di pesantren‑pesantren tradisional. Selain untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, terapi air juga digunakan para korban narkoba.

Etika air

Yang dimaksud dengan terapi penyembuhan dengan air adalah aneka cara pemakaian air demi tujuan pengobatan. Tugas utama air di sini adalah untuk memompa suhu panas dan dingin kepada tubuh, hingga secara perlahan terjadi peringatan mekanis dan kimiawi yang berdampak positif.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari terapi air, diantaranya untuk pengobatan beberapa penyakit yang terkait dengan sirkulasi darah, rematik, sistem saraf, kulit, dan lainnya. Namun bagaimana etika minum air, turut menentukan hasilnya.

Meminum air secara cepat dan terburu‑buru, akan menyebabkan masuknya angin ke dalam lambung dan akan berlanjut ke usus hingga dapat menyebabkan perut kembung.

Rasulullah bersabda:"Apabila seorang dari kalian akan minum, hendaknya ia meneguk air dengan beberapa tegukan dan tidak meminumnya dengan tergesa‑gesa, karena sesungguhnya penyakit liver itu berasal dari tegukan yang tergesa‑gesa."

Terlalu banyak minum di sela‑sela makan akan mengakibatkan turunnya nafsu makan.

Air memang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Lafazh "Air" di dalam Alquran diulang sebanyak 63 kali.

"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Mahakuasa." (QS Al Furqan:54).

11 September 2008

Peduli sesama

Abdul Hamid

Beramal Dengan Tetesan Darah

Dia tidak hanya menolong orang dengan uang atau materi, melainkan juga dengan darah yang mengalir di tubuhnya.

"Setetes darah Anda adalah nyawa bagi yang sedang memerlukan". Slogan Palang Merah Indonesia (PMI) ini dipegang penuh oleh Drs Abdul Hamid. Karena itu pula, selain Kapolda Kalsel Anton Bachrul Alam, dia juga menjadi salah seorang dari 250 penyumbang darah pada Donor Darah Gembira Banjarmasin Post 2008, Senin (28/7) di Gedung Djok Mentaya BPost Jl AS Musyaffa No 16 Banjarmasin.

Ini bukan kali pertama dia melakukannya. Sejak puluhan tahun lalu tepatnya 1987 ketika masih mahasiswa, bermodal darah yang mengalir di tubuhnya, dia tidak segan membantu siapapun yang sedang kesusahan dan memerlukan darah.

"Pertama kali saya mendonor untuk ibu teman yang melahirkan dan mengalami pendarahan, kebetulan golongan darah saya O," kenangnya.

Waktu itu, lanjutnya, persis tengah malam dan tentu sulit mencari orang untuk donor darah. Dia harus berjalan kaki dari Mulawarman ke Rumah Sakit Bersalin Junjung Buih (sekarang lokasi Hotel Arum-red), dengan satu tekad turut berusaha menyelamatkan nyawa seorang ibu.

"Saya tidak apa-apa, tidak juga gugup atau takut ketika itu," ujar suami Noor Mahya SAg ini.

Selanjutnya, itu menjadi rutinitas. Selain mendonor melalui PMI di RSUD Ulin Banjarmasin, insidentil, atau kegiatan sosial donor darah, dia juga secara berkala masuk ke bangsal pasien-pasien yang dilihatnya kurang mampu di rumah sakit.

Demikian pula di hari ulang tahunnya, 10 Oktober, salah satunya diisi dengan menyumbang darah.

"Satu doa yang selalu saya panjatkan ketika mendonor di hari ultah, semoga tidak bermasalah darahnya dan diberi kesehatan sehingga dapat membantu orang lain," ujarnya.

Derma Darah

Dia tergerak mendonorkan darahnya selain dimotivasi unsur kemanusiaan, juga karena keinginan beramal. Maklum, menurutnya, dia adalah mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sehingga sulit untuk bederma dengan materi. Jadilah, dia beramal dengan tetesan darah.

"Membantu uang saya tidak punya, akhirnya tidak ada yang saya sumbangkan selain darah. Sebab sampai kuliah selesai saya mendapat beasiswa Supersemar, dan juga didukung adik. Makanya, keberhasilan kuliah saya adalah juga keberhasilan adik dan keluarga," aku Hamid yang sejak 1993 menjadi PNS di lingkungan kantor BKKBN dan Catatan Sipil Kabupaten Barito Kuala.

Meski diakuinya, dia sempat juga terdorong menyumbang darah karena iming-iming mendapat penghargaan. Di zaman Presiden Soeharto, bagi yang mendonor 15 kali berhak atas piagam penghargaan.

Syukurnya, belum lagi angka itu diraihnya, baru 10 kali donor, dia sadar dan berusaha kembali meluruskan niat.

"Saya luruskan kembali niat, semata untuk membantu orang lain dan tidak terjebak pada iming-iming materi," ujarnya.

Manfaat Kesehatan

Ketika ekonominya membaik, bukan berarti aktivitas donor darah Abdul Hamid berhenti. Justru itu membuat dia, istri, anak-anak, dan keluarganya semakin peduli pada mereka yang papa. Walau tidak berlebih, dia tetap menyisihkan sebagian rezeki dan kemampuannya bagi mereka yang kurang beruntung.

Apalagi, dia juga beroleh manfaat dari donor darah. Setelah diambil darah, menurut Wakil Sekretaris Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) Sabilal Muhtadin, badan menjadi lebih segar

"Sebaliknya, bila lama tidak donor, misal hampir setahun dan waktunya mendekati hari ultah, badan rasanya tidak enak, terutama bagian punggung sakit dan pegal. Setelah itu saya langsung ke PMI, setor darah," akunya.

Tidak heran, bila pada kesempatan-kesempatan tertentu, dia juga berusaha mengkampanyekan donor darah.

"Resiko donor darah hampir tidak ada, hanya perlu niat dan kekuatan mental, kecuali bagi mereka yang memang ada masalah kesehatan," tandasnya. hamsi ali